Tips & Trick

Bagaimana Berkendara Hard Enduro Untuk Mengatasi Rintangan Kayu Gelondongan Licin dan Miring? Ini Dia Tekniknya.

By: VMX Media | 23/12/2022 | 394
Bagaimana Berkendara Hard Enduro Untuk Mengatasi Rintangan Kayu Gelondongan Licin dan Miring? Ini Dia Tekniknya.

NEWS.VMX.ID – Kejuaraan hard enduro di Indonesia tahun 2023 diprediksi lebih greget, baik secara volume event dan peserta. Bagi penggiat baru yang akan menguji ketrampilan di Hard Enduro, berikut ini teknik mengatasi medan ekstrem, seperti log off-camber yang miring dan licin.

Saat mendapatkan rintangan batang kayu, terutama batang kayu yang tidak melengkung, konsentrasikan mengumpulkan energi agar memiliki daya tarik. Dengan kata lain, terapkan throttle di area dengan traksi yang baik sehingga memiliki momentum yang cukup untuk meluncur melewati bagian rintangan yang licin.

Ketika mendekati batang kayu yang miring dan licin ini, upayakan mengarahkan tubuh ke batang kayu dengan menekuk lutut dan siku.  Kontrol putaran mesin  dengan kopling sedikit ditarik atau slip kopling. Kemudian saat menekan suspensi,  agar memutar gas lebih banyak sambil melepaskan kopling.

Selanjutnya, melakukan rebound pada motor untuk melakukan double-blip, yang caranya untuk melakukan double-blip, dengan mengompres garpu untuk kedua kalinya ke muka batang kayu. Tujuannya untuk memaksimalkan tekanan dan bukannya membiarkan roda depan membelok. Menekan batang kayu dengan roda depan dan menekan garpu juga sambil mengisi muatan suspensi belakang, yang berguna untuk melambung di atas batang kayu.

Usahakan menjaga momentum untuk diposisi bergerak lebih maju melintasi batang kayu, karena jika menekan batang kayu terlalu keras, roda depan akan meluncur ke bawah permukaannya. Jadi maneuver itu disebut double-blip ‘dangkal’. Ada begitu banyak sudut pendekatan yang berbeda saat melipat gandakan ban depan menekan batang kayu.

Log khusus ini,dengan arah kuadrat menjadi sekitar 90 derajat dengan pendekatan karena berada di atas lengkungan batang kayu. Maka, itu sebabnya double-blip difokuskan tidak langsung di atas, juga tidak mendesak lurus ke depan. Saya mencoba untuk menekannya pada tanda 45 hingga 60 derajat ke tempat momentum untuk melaju kedepan dengan dorongan tenaga ke ban depan lebih ekstra, agar tergelincir. Hindarkan untuk membenturkan ban belakang ke batang kayu, beresiko akan menghentikan momentum dan motor dapat mengikuti batang kayu menuruni bukit.

Kemudian, memantulkan motor agar ban belakang dapat melewati batang kayu dan mendarat di atasnya sehingga torsi pada ban belakang tidak menyebabkannya meluncur ke bawah batang kayu. Singkatnya, dalam mencoba berlatih off-road double-blip di mana pengendara memasukan tenaga motor sebelum rintangan untuk menaikkan ban depan saat mendekati rintangan.

Lalu menempatkan ban depan pada posisi di log untuk memungkinkan suspensi terkompresi kedua kalinya. Setelah rebound, motor terangkat. Saat itulah suspensi membawa ban belakang ke atas batang kayu serta memutar sasis sehingga  siap menuruni batang kayu. Jadi ketika menghadapi batang kayu melengkung, jika posisikan ban depan dengan sudut dan ketika momentum yang tepat. Kondisi tersebut mempertahankan laju motor, meski ban belakang terangkat tidak menyebabkan tergelincir dan aman untuk melintasi rintangan berikutnya.