VMXMedia.ID – Pada 1971, Suzuki memperkenalkan TM400 Cyclone, motor motocross yang menjadi populer bukan karena kehebatan dan kesuksesannya, melainkan karena reputasinya yang mengerikan hingga menjadi sensasi.
Alih-alih menjadi inovasi yang membawa kemajuan, motor ini justru dikenal sebagai salah satu motor trail paling berbahaya yang pernah dibuat, hingga mendapat julukan “Widow Maker”. Julukan tersebut tidak diberikan tanpa alasan. Motor ini memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya sangat berbahaya dan sulit dikendalikan, bahkan bagi pembalap profesional sekalipun.
Suzuki TM400 Cyclone 1971 merupakan motor dua-tak big bore pertama yang diproduksi oleh pabrikan Jepang. Mesin 2-tak 1 silinder 396cc TM400 mampu menghasilkan 40 hp pada 6.500 rpm dan torsi 44,4 Nm pada 6.000 rpm, tenaga yang sangat besar untuk ukuran motor trail pada era 1970-an.
Namun, masalah utama motor ini terletak pada distribusi tenaga yang tidak linear dan sulit diprediksi karena bisa meledak kapan saja. Tenaga sering kali muncul secara mendadak antara 3.500 hingga 5.000 rpm. Hal ini membuat motor sulit dikontrol. Ledakan tenaga yang tiba-tiba sering kali menyebabkan pengendara kehilangan kendali.
Handling TM400 Cyclone juga menjadi salah satu kelemahan terbesarnya. Rangka ringan yang digunakan pada motor ini tidak dirancang untuk menangani tenaga sebesar itu. Akibatnya, rangka yang terlalu lemah, kaku, dan under-suspended ini menyebabkan handling tidak stabil, membuat motor sulit dikendalikan, terutama saat melewati medan kasar atau dalam kecepatan tinggi.
Suspensinya yang tidak cukup mumpuni dan kurang responsif makin memperparah kondisi ini. Motor terasa liar dan tidak stabil, menyebabkan pengendara kesulitan dalam bermanuver. Bahkan, rangka motor ini cenderung melengkung meskipun digunakan di medan yang relatif halus, menunjukkan bahwa desainnya belum siap untuk menangani tenaga besar yang dihasilkan mesinnya.
Salah satu fitur yang seharusnya membantu pengendara, sistem Pointless Electronic Ignition (PEI), justru menambah masalah. Sistem ini sering mengalami malfungsi, menyebabkan ledakan tenaga yang tiba-tiba dan tidak terduga. Akibatnya, banyak pengendara kehilangan kendali atas motor ini, berisiko mengalami kecelakaan serius.
Selain itu, TM400 Cyclone masih menggunakan rem drum, yang kurang efektif dalam menghentikan motor dengan tenaga sebesar itu. Sistem pengereman yang tidak memadai ini memperbesar kemungkinan kecelakaan, terutama saat pengendara kehilangan kendali atau perlu berhenti secara mendadak
Suzuki TM400 Cyclone 1971 adalah motor yang lahir dengan ambisi besar, tetapi desainnya yang tidak matang membuatnya menjadi motor trail paling berbahaya yang pernah diproduksi. Kombinasi tenaga besar, power delivery yang brutal, handling buruk, dan suspensi yang tidak mendukung membuat motor ini sulit dikendalikan dan berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan serius.
Meskipun memiliki reputasi yang menakutkan, TM400 Cyclone tetap menjadi bagian penting dari sejarah motocross. Motor ini menjadi pelajaran berharga bagi pabrikan tentang pentingnya menyeimbangkan tenaga dengan kendali dan keamanan. Bagi penggemar motor klasik, TM400 Cyclone adalah simbol era di dimana motocross masih dalam tahap eksperimen—sebuah era yang penuh dengan risiko, tetapi juga penuh dengan semangat inovasi. (dpu)