Profile

Menolak Lupa Sejarah Awal Kejurnas Grasstrack Pertama Kali ! Penobatan Juara Indonesia

By: VMX Media | 05/01/2023
Menolak Lupa Sejarah Awal Kejurnas Grasstrack Pertama Kali ! Penobatan Juara Indonesia

NEWS.VMX.ID – Grasstrack populer di Indonesia karena diawal hadirnya menjadi balap garuk tanah dengan budget terjangkau. Mengapa? Dengan basis motor cub underbone atau Bebek berikut perpaduan penguat rangka dan setingan suspensi, maniak dirtbike bisa melampiaskan talenta skillnya diajang balap grasstrack.

Grasstrack bisa berkembang bersama dengan olahraga balap bermotor lain, dengan penggemar sendiri. Dukungan  ATPM dan industri  builder sasis dan tuner adalah bagian yang bergerak pada dukungan perlengkapan off-road roda dua.

Jejak gempita ajang balap Grasstrack atau disebut GTX beredar ke seluruh pelosok negeri. Bahkan uniknya lahan  kebun kelapa sawit paska panen dijadikan sirkuit dadakan balap Grasstrack. Hadiahnya bikin para penggiat GTX lokal dan pebalap utama Grasstrack keincut mengikuti perlombaan, Para saudagar Sawit yang hibih dirtbike menyiapkan hadiah besar menyisihkan hasil panennya. Selain kebun kelapa sawit, juga memanfaatkan bibir pantai yang dijadikan sirkuit grasstrack seperti di wilayah Sukabumi, Pangandaran dan Bangka Belitung serta wilayah pantai lainnya.

Makanya, banyak pebalap grasstrack lahir dari pelosok wilayah Kabupaten di Indonesia yang indentik dengan lahan kontur alam. Bertaburannya event GTX sejak awal kehadirannya hinga saat ini semakin eksis dan menguat bahkan hingga naik kelas. Naik kelas dengan tahap modifikasinya yang special dari basis mesin motor Cub atau Bebek hingga sport 150cc di kombinasi dengan garapan frame atau sasis special dari builder bengkel dan industri rumahan.

Semakin menguatnya geliat atmosfir balap grasstrack, di tahun 2008  Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia ( PP IMI ) mendukung inisiatif komunitas Grasstrack Indonesia untuk mebuat kejurnas. Sebuah titel juara nasional atau Juara Indonesia untuk Grasstrack yang pertama kali di selenggarakan tahun 2008.

Kejurnas 2008 yang juga sebagai awal dari pembuktian antar pebalap GTX dari seluruh region yang saat itu ada emapt region. Momentum sejarah hari Sabtu-Minggu, 20-21 Desember 2008 di Sirkuit PPC Pondok Cabe, Depok, Jawa Barat, mencatat kejurnas Grasstrack pertama kali di selenggarakan untuk menentukan Juara Indonesia.

Saat itu, hadir tiga region dari peserta empat region di Indonesia.Region Sumatera diwakili tim asal Bangka dan Jambi, Region Jawa ada DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah ,Timur dan Region Sulawesi dengan wakilnya team RFC Gorontalo Utara. Kejurnas yang digarap promotor Mico Alexandro yang menyiapkan waktu sempit hanya sebulan persiapan Grand Final Kejurnas Grasstrack ( GFKG ).

 Grand Final Kejurnas Grasstrack (GFKG) 2008 Gelar pertama dalam sejarah grasstrack Indonesia dan juga titel perdana sistem region. Tracker papan atas dari katagori open, junior dan pemula, bersaing ketat di lintasak trek 1200 meter atau 1,2 km.

Nama- nama pebalap Grasstrack ternama saat itu, seperti pada kelas Bebek Standar 110 cc Pemula ada Novi Andrian #91- Team Bangka Prima, Kiki Hasan #55 HK 88 Andi Motor Bangka, Angga Anang #29 Eneos Ninos HDS Sinargo – Bangka. Pada katagori Bebek Modifikasi 2-Tak 110 cc Junior ada tracker Cep Sena #87 Team Alexandro’s, DKi Jakarta, Rifan DN #62 Team M Three Jati Rahayu, Jawa Barat, Diki Jazz#95 Intan sakti Jateng . Kelas Bebek Modifikasi 4-Tak 110 cc Junior dengan  Egi ST #128 Anjani Speed, DKI Jakarta, Toni Jims #74  Casol Dirt Bike, Jawa Barat dan Rifan DN #62 Team M Three Jati Rahayu, Jawa Barat.

Dikelas bergengsi  Sport Campuran 150 cc Open ada Akbar Taufan #86 Murai RT, Jawa Tengah, F. Chimon CRT Sayur Balap, Jawa Barat,Irfan Titan #48 Team P Mandiri Robby Steam, Jawa Barat.  Pertarungan seru yang menjadi favorit saat itu persaingan dikelas Bebek Modif 110 cc Open, duel seru antara  F Chimon #24 CRT Sayur Balap, Jawa Barat, Akbar Taufan #86 Murai RT, Jawa Tengah dan  Cep Sena #87 Team Alexandro’s, DKI Jakarta.

Publik penonton saat itu menikmati tontonan menarim dari penamppilan jago-jago GTX Nasional. Tampilan motor besutan grasstrack dari kela Pemula hingga Open  bersaing dalam event dukungan  Kawasaki Motor Indonesia (KMI).

Pandangan Grasstrack sebagai mainan berkompetisi paling merakyat harusnya di dukung untuk pembibitan dan penjenjangan. Tapi, nyatanya Grasstrack konsisten mandiri dan punya gengsi tersendiri. Bahkan saat itu, di wacanakan ada rencana Grasstrack Asean Nations, yang di tahun 2009  oleh Frans Tanujaya yang saat itu menjabat di off-road roda dua di PP IMI telah ada pembicaraan dengan pihak Thailand. Sampai dengan semakin berkelasnya ajang balap Grasstrack dengan event yang lebih eksotis, wacana tersebut masih terkubur didalam museum hati. Ini tantangan buat PP.IMI saat ini. Mampukah? Kita pantau,amati dan kritisi, Setuju?