Ubas Extreme Buktikan Cinta Alam dan Sesama di Anniversary ke-7, Rangkul Masyarakat dan Lingkungan Lewat Kegiatan Sosial

By: Delisti Putri Utami | 25/02/2025
Ubas Extreme Buktikan Cinta Alam dan Sesama di Anniversary ke-7, Rangkul Masyarakat dan Lingkungan Lewat Kegiatan Sosial

BOGOR, VMXMedia.ID – Komunitas motor trail Ubas Extreme baru saja merayakan hari jadinya yang ke-7 dengan menggelar serangkaian kegiatan adventure, sosial, dan lingkungan. Mengusung tema “Extreme to extreme”, acara ini berlangsung selama dua hari, 21—22 Februari 2025, di Foothill Forest, Kampung Gang Malimping, Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Wakil Ketua Panitia sekaligus Bendahara Umum Anniversary ke-7 Ubas Extreme, Jo Eri, mengungkapkan, perayaan ini merupakan agenda besar kedua yang digelar komunitas, sejak pertama berdiri 7 tahun silam. “Sejak Ubas Extreme berdiri, ini adalah event skala besar kedua kami untuk merayakan hari jadi. Yang pertama, itu tahun 2016 di Subang. Tahun ini kami buat lebih besar, peserta pun tak dipungut biaya pendaftaran sepeser pun” ujarnya kepada VMX Media, Senin (24/2).

Konsep “Extreme to extreme” dan Jalur Ekstrem

Tema “Extreme to extreme” dipilih sebagai representasi dari semangat Ubas Extreme yang selalu menghadirkan tantangan ekstrem dalam setiap jalurnya. Acara ini mencakup dua kegiatan utama, yakni Enduro Race Super Extreme dan Fun Adventure. Enduro Race Super Extreme diikuti oleh pembalap profesional seperti Wawan Kadri, Dadan KR, Ovi Sopian, dan pembalap pro nasional lainnya. Sementara itu, Fun Adventure berhasil menarik hampir 500 peserta yang ingin merasakan jalur ekstrem khas Ubas Extreme.

“Trabas kali ini memang cukup menantang dan sesuai dengan tema. Para peserta mengapresiasi tantangan yang ada di jalur yang telah kami siapkan,” kata Jo Eri.

Kegiatan Sosial: Penanaman Pohon dan Santunan

Selain menghadirkan kompetisi dan petualangan ekstrem, acara Anniversary ke-7 Ubas Extreme juga mengedepankan aspek sosial dan lingkungan. Salah satu program utama dalam acara ini adalah penanaman bibit pohon durian di kawasan Perbukitan Hambalang. Bibit yang ditanam terdiri dari berbagai varietas unggul. Salah satunya matahari, varietas unggul dari Kabupaten Bogor yang saat ini pohonnya sudah sedikit dan jarang ditemukan.

“Kami ingin memberikan kontribusi jangka panjang bagi lingkungan. Harapannya, 7 hingga 10 tahun ke depan, kawasan Hambalang bisa menjadi destinasi wisata durian bagi para pecinta motor trail dan masyarakat umum,” jelas Jo Eri. Pohon-pohon ini akan dikelola oleh masyarakat penggarap lahan di sekitar perbukitan.

Kegiatan ini mencerminkan semangat berbagi yang selalu dijunjung tinggi oleh komunitas motor trail. Lebih lanjut, Jo Eri menegaskan bahwa kegiatan ini juga sekaligus menepis anggapan bahwa pengendara motor trail merusak alam. Justru sebaliknya, mereka aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dengan berkolaborasi bersama Perhutani dan pihak terkait untuk menanam pohon di kawasan hutan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas trail juga memiliki kepedulian terhadap alam. Menjaga kelestarian hutan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami memilih pohon buah-buahan juga ada alasannya. Selain untuk penghijauan, juga ada hasil jangka panjang yang bisa dikelola dan dipetik. Ini untuk produktivitas pendapatan jangka panjang masyarakat penggarap di Perbukitan Hambalang,” ujar Jo Eri.

Selain penghijauan, kegiatan sosial lainnya adalah pembagian 400 paket sembako untuk masyarakat sekitar dan Yayasan Al-Mujahidin Sentul. Bantuan ini diberikan kepada warga di dua desa, yaitu Bojong Koneng dan Karangtengah, dengan dukungan sponsor, Bank BNI dan Pertamina Holding.

Dampak Ekonomi dan Harapan ke Depan

Jo Eri menekankan bahwa acara seperti ini tidak hanya memberikan pengalaman ekstrem bagi peserta, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. “Bayangkan, kalau 500 peserta masing-masing membawa uang satu juta rupiah saja, sudah berapa ratus juta rupiah yang berputar di daerah ini? Itu yang kami harapkan, pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat pelosok daerah,” tuturnya.

Melalui event tahunan ini, Ubas Extreme berharap komunitas motor trail semakin peduli terhadap lingkungan dan sosial.  “Kami ingin komunitas trail di seluruh Indonesia giat melakukan kegiatan sosial seperti penanaman pohon dan dukungan bagi masyarakat lokal. Harapannya juga mereka bisa menjaga citra positif komunitas trail agar tidak dianggap perusak alam,” tuturnya.

Jo Eri juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah mendukung kesuksesan acara Anniversary ke-7 Ubas Extreme. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung anniversary ke-7 Ubas Extreme, terutama kepada Pimpinan Ubas Extreme, Pak Unru Baso dan Pembina Ubas Extreme, Pak M. Ages. Ini adalah bukti bahwa kebersamaan dan solidaritas dalam komunitas ini sangat kuat. Kami juga mengapresiasi dukungan dari Pertamina Holding Company beserta Pertamina Patra Niaga dengan brand Pertamax, PT Bangunindo, Bank BNI, dan Bank BRI. Tanpa dukungan mereka, acara ini tidak akan bisa berjalan dengan sukses seperti sekarang. Tak ketinggalan, kami juga sangat berterima kasih kepada komunitas trail dan tim-tim balap enduro Indonesia yang sudah meramaikan acara kami, ” pungkasnya.

Dengan suksesnya event “Extreme to extreme”, Ubas Extreme kembali membuktikan bahwa komunitas off-road bisa menjadi wadah bagi para pecinta trail untuk beraksi tidak hanya di jalur, tetapi juga dalam hal kepedulian terhadap lingkungan dan sosial. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menggabungkan hobi dengan aksi nyata yang bermanfaat bagi banyak orang.

Anniversary ke-7 ini bukan sekadar perayaan, melainkan perwujudan nyata dari semangat brotherhood, adventure, and care yang selalu dipegang teguh oleh Ubas Extreme. (dpu)