Cedera Sendi dan Patah Tulang Merupakan Momok yang Selalu Menghantui dalam Olahraga Motocross

By: VMX Media | 03/10/2023 | 222
Cedera Sendi dan Patah Tulang Merupakan Momok yang Selalu Menghantui dalam Olahraga Motocross

Written by Shafar Tri Sulaksono

VMXMedia.ID РMOTOCROSS adalah olahraga yang sangat berbahaya untuk orang yang tidak terlatih. Untuk orang yang sudah terlatih tentunya olahraga ini tetap saja  berbahaya, hanya saja para pembalap dan penghobi sudah tahu cara untuk mengantisipasi dan menangani cedera yang kemungkinan terjadi. Motocross adalah olahraga yang sangat menuntut kondisi fisik tinggi, dan sering berujung cedera yang cukup parah pada tubuh pengendara.

Hampir semua pengendara motocross pernah mengalami cedera di sepanjang kariernya. Dilansir dari website firstaid4sport.co.uk, berikut beberapa risiko cedera yang bisa terjadi ketika melakukan olahraga motocross.

1. Patah Tulang Selangka

Hal ini terjadi karena naluri alami untuk mengulurkan tangan untuk menghentikan kejatuhan badannya. Lengan mengalami gaya tumbukan yang besar sehingga cedera ini sangat umum di olahraga garuk tanah. Biasanya, cedera ini sembuh dengan alat yang digunakan untuk menyangga lengan dalam kurun waktu 4-8 minggu, dan pembedahan untuk cedera tulang yang lebih kompleks.

2. Dislokasi Bahu

Jika pengendara motocross berhasil menghindari patah tulang selangka, kemungkinan besar akan terjadi dislokasi bahu. Waktu pemulihan sangat bergantung pada tingkat keparahan dislokasi. Latihan rehabilitasi bisa dilakukan setelah sudah tidak merasakan sakit lagi yang jangka waktunya berkisar antara 2 pekan hingga 3-4 bulan. Penyangga bahu juga diperlukan untuk membantu pemulihan.

3. Patah Pergelangan Tangan

Pergelangan tangan juga terdiri dari struktur yang kompleks, sehingga cedera apa pun bahkan cedera ringan sekalipun akan sangat menyakitkan. Patahnya bisa menjadi rumit ketika tulang patah menjadi beberapa bagian. Keseleo atau patah yang parah bisa menjadi istirahat yang lama untuk sembuh. Perlu dilakukan pembedahan jika cukup parah. Untuk cedera sedang dan ringan biasanya akan dipasang gips selama 6 dan 8 minggu. Setelahnya, fisioterapi akan diperlukan untuk mendapat mobilitas dan rentang pergerakan sendinya.

4. Anterior Cruciate Ligament (ACL) Robek 

ACL bertanggung jawab untuk menghubungkan paha dan tulang kering. Dalam motocross, melakukan lompatan yang canggung dapat menyebabkan kerusakan ligamen ini. Mengenal bagaimana lintasan yang dihadapi dapat membantu mengetahui cara terbaik untuk menghindari jatuh. Untuk mencegah juga cedera lutut saat terjatuh, memakai penyangga dapat memberikan dukungan tambahan.

5. Pergelangan Kaki 

Sama seperti bahu dan pergelangan tangan, pergelangan kaki sangat rentan cedera. Pergelangan kaki yang patah memerlukan penyelarasan, juga pembedahan agar dapat sembuh secara efektif. 

Pergelangan kaki harus dipasangi gips selama antara 6 dan 12 minggu, dibarengi dengan fisioterapi teratur untuk penyembuhan. Mengenakan pakaian pelindung yang benar selalu disarankan untuk menopang pergelangan kaki.

Penanganan lebih lanjut untuk cedera dan fraktur atau patah tulang sangat diperlukan sebagai penanganan yang terbaik. Pilihan kepada dokter spesialis ortopedi sangat disarankan agar mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengembalikan fungsi sendi dan tulang.