VMXMedia.ID – Dalam dunia balap dan petualangan off-road, keselamatan selalu menjadi prioritas utama. Salah satu inovasi terbesar dalam perlindungan pengendara adalah teknologi airbag. Alpinestars, sebagai pemimpin dalam pengembangan perlengkapan balap, telah mengembangkan teknologi airbag selama lebih dari 20 tahun. Kini, mereka membawa inovasi ini ke dunia off-road dengan Tech-Air Off-Road System, sebuah sistem airbag yang dirancang khusus untuk pengendara enduro, rally, dan adventure. Namun, seberapa baik kinerjanya? Mari kita ulas lebih dalam.
Dari MotoGP ke Off-Road: Evolusi Tech-Air
Alpinestars pertama kali mengembangkan sistem airbag untuk MotoGP pada tahun 2001, dengan data pertama kali dikumpulkan pada 2003. Pada 2009, Dani Pedrosa menjadi pembalap pertama yang mengenakan baju balap dengan airbag lengkap. Setelah bertahun-tahun pengembangan, pada 2018, sistem airbag menjadi wajib di kelas MotoGP, Moto2, dan Moto3.
Kesuksesan ini mendorong Alpinestars untuk membawa teknologi airbag ke jalan raya dengan peluncuran Tech-Air Street pada 2015. Kemudian, mereka menghadirkan Tech-Air 5 pada 2020, yang menjadi sistem airbag mandiri pertama. Kini, jalur pengembangan yang sama diterapkan untuk Tech-Air Off-Road, yang telah diuji dalam ajang reli Dakar bersama pembalap profesional.
Sekilas tentang Tech Air Off-Road
Tech-Air Off-Road adalah sistem airbag khusus yang telah disertifikasi oleh FIM dan dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pengendara rally. Sistem ini telah dikembangkan sejak 2017 dan diuji di medan paling ekstrem, termasuk Reli Dakar, yang dikenal sebagai balapan off-road paling menantang di dunia. Dengan teknologi canggihnya, airbag ini mampu memberikan perlindungan terbaik untuk tubuh bagian atas saat terjadi kecelakaan.
Kenyamanan dan Desain: Apakah Praktis untuk Dipakai?
Jaket ini memiliki desain yang tidak jauh berbeda dari jaket pelindung konvensional, dengan tambahan sistem airbag di bagian belakang. Dengan berat 3,13 kg untuk ukuran medium, bobotnya masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu mobilitas pengendara.
Materialnya terbuat dari kombinasi mesh elastis bernapas, kerah berlapis neoprene, serta pelindung siku dan bahu yang tahan abrasi. Salah satu keunggulan desainnya adalah sistem ventilasi yang cukup baik, meskipun tetap ada batasan karena kantong udara di dalamnya.
Bagaimana Cara Kerja Tech-Air Off-Road?
Dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi, sistem ini memiliki tiga mode yang bisa dipilih sesuai kebutuhan:
- Street Mode – Ideal untuk berkendara sehari-hari, mengaktifkan airbag bahkan dalam kecelakaan kecepatan rendah atau saat tertabrak dari belakang.
- Enduro Mode – Dirancang untuk pengendara dual-sport dan enduro, airbag hanya mengembang dalam kecelakaan yang signifikan.
- Rally Mode – Mode paling agresif, dioptimalkan untuk balapan kecepatan tinggi, dengan ambang batas pemicu yang lebih tinggi.
Ketiga mode ini membuatnya cocok tidak hanya untuk perjalanan off-road, tetapi juga untuk berkendara di jalan raya. Dengan kombinasi perlindungan canggih dan fleksibilitas dalam berbagai medan, sistem ini menjadi pilihan terbaik bagi para petualang sejati.
Selain itu, Tech-Air Off-Road dilengkapi tiga akselerometer dan tiga giroskop yang memperbarui data 1.000 kali per detik. Airbag dapat mengembang dalam waktu 40-60 milidetik, tergantung pada ukuran jaket. Setiap unit memiliki kapasitas 10 liter udara per kantong dan dapat digunakan dua kali sebelum perlu penggantian tabung udara.
Seberapa Efektif Tech-Air Off-Road?
Airbag ini dirancang untuk melindungi bahu, dada, punggung, leher, dan tulang selangka dengan standar CE Level 1, mengurangi risiko patah tulang dan cedera serius. Dengan sistem ini, pengendara tidak lagi memerlukan neck brace besar, karena airbag sudah memberikan perlindungan terhadap hiper-ekstensi leher.
Sistem ini juga terintegrasi dengan jaket pelindung dari Alpinestars yang memiliki perlindungan tambahan untuk punggung, lengan, dan dada, membantu pengendara menghadapi benturan dari batu, serpihan, atau rintangan lain di jalur off-road.
Sistem ini telah digunakan dalam reli Dakar sejak 2021, dan pada 2024, 107 dari 142 pembalap Dakar memilih Tech-Air Off-Road sebagai perlindungan utama mereka. Salah satu kisah nyata adalah kecelakaan Skyler Howes, pembalap Dakar dari HRC. Dalam insiden berat, airbag mengembang dalam hitungan milidetik dan melindunginya dari cedera serius. Ia hanya mengalami retak di bagian bawah lutut, tanpa cedera pada leher, bahu, atau torso.
Apakah Tech-Air Off-Road Worth It?
Dibanderol sekitar $999.95, Tech-Air Off-Road bukanlah perlengkapan murah. Namun, bagi pengendara yang sering berkendara di medan ekstrem, investasi ini bisa menjadi perbedaan antara cedera ringan dan kecelakaan fatal. Perlindungan yang ditawarkan airbag ini sangat komprehensif, memberikan rasa aman ekstra saat berkendara di jalur yang menantang.
Alpinestars Tech-Air Off-Road adalah langkah besar dalam teknologi perlindungan pengendara. Dengan kombinasi pengalaman dari MotoGP dan reli Dakar, sistem ini memberikan perlindungan optimal untuk berbagai skenario berkendara. Jika keselamatan adalah prioritas utama Braaapers, Tech-Air Off-Road bisa menjadi investasi terbaik untuk perjalanan off-road Braaapers. (dpu)