Review

Benarkah Saat Kecelakaan Pakai Alat Ini Menyebabkan Cedera Tulang Selangka? Ini Penjelasannya

By: VMX Media | 04/10/2022
Benarkah Saat Kecelakaan Pakai Alat Ini Menyebabkan Cedera Tulang Selangka? Ini Penjelasannya

NEWS.VMX.IDMotocross termasuk ke dalam jajaran olahraga berbahaya dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi. Bentuk cedera pada saat kecelakaan motocross ini sangat beragam, mulai dari tulang selangka patah, pergelangan tangan terkilir atau patah, ACL robek, sampai pada dislokasi bahu.

Dua dekade terakhir ini banyak pengendara yang selain menggunakan helm, juga menggunakan penyangga leher untuk melindungi diri dan mengurangi tingkat cedera pada saat mengalami kecelakaan. Dari segi fungsinya, penyangga leher atau neck brace ini mampu meminimalkan risiko kefatalan cedera tulang belakang leher dengan mencegah hiperekstensi leher. Alat yang terbukti mampu menyelamatkan jiwa ini, bekerja dengan cara menyebarkan dampak benturan ke seluruh bagian atas tubuh.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh para engineer produsen neck brace menunjukkan bahwa sekitar 60% dari cedera tulang belakang yang fatal adalah akibat dari cedera pada leher. Pertanyaannya, haruskan pembalap motocross memakai pelindung leher juga? Pendapat akan hal itu sangat bervariasi.

Meski mampu meminimalkan tingkat cedera, penyangga leher bisa membatasi pergerakan leher pembalap yang artinya garis pandangnya juga terbatas. Selain itu, terdapat mitos yang tersebar luas bahwa jika pembalap mengalami kecelakaan saat mengenakan penyangga leher, kemungkinan besarnya ia akan mengalami patah tulang selangka.

Sebetulnya, hal itu hanya akan terjadi apabila penyangga leher tidak dipakai dengan benar. Penyangga leher yang dipasang dengan benar tidak akan menyentuh tulang selangka.

Bukti terbesar yang mendukung penyangga leher sangat penting untuk digunakan berasal dari studi yang dilakukan oleh Action Sports EMS Inc., layanan ambulans Midwestern yang sering memberikan perawatan darurat untuk cedera terkait motorcross. Selama sepuluh tahun, mereka menemukan hal berikut ini.

1. Pengendara yang tidak memakai penyangga leher 82% lebih memungkinkan menerima cedera tulang belakang leher.

2. Dari mereka yang menerima cedera tulang belakang leher, pengendara tanpa penyangga leher 69% lebih mungkin meninggal sebagai akibatnya.

3. Mereka yang tidak memakai penyangga leher 45% lebih mungkin mengalami patah tulang selangka.

Action Sports EMS Inc. juga melaporkan bahwa cedera tulang belakang yang diterima tanpa penyangga leher membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dan memiliki lebih banyak komplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa penyangga leher adalah suatu keharusan bagi siapa pun yang serius bermain motorcross.