Profile

Diva Ismayana, Pembalap Top Indonesia yang Pernah Torehkan Sejarah dalam Supercross Asia

By: Delisti Putri Utami | 01/06/2023
Diva Ismayana, Pembalap Top Indonesia yang Pernah Torehkan Sejarah dalam Supercross Asia
Diva Ismayana

VMXMedia.ID – DUNIA motocross Indonesia tentu bangga memiliki seorang pembalap berbakat bernama Diva Ismayana. Pembalap yang akrab disapa Diva ini pernah mengukir sejarah dengan mencetak prestasi gemilang sebagai pembalap pertama dari Tanah Air yang meraih gelar juara Supercross Asia pada 2019 lalu di Filipina.

Sejak kecil, pembalap kelahiran Bali, 16 Oktober 2000 ini memang sudah tertarik dengan dunia balap motor. Lingkungan keluarga yang berkecimpung di dunia balaplah yang memantik Diva kecil untuk menggemari dunia yang sama.

Diva Ismayana saat awal-awal bisa mengendarai sepeda motor (Foto: doc. pribadi)

Diva mulai belajar motor di usianya yang masih belia, yakni 4 tahun, dan langsung melakukan debutnya dalam balap motocross level nasional saat usianya baru menginjak angka 5 tahun. Saat naik ke kelas 65cc, Diva sempat vakum karena masih dalam ambang pencarian identitas dan passion yang benar-benar akan ia tekuni.

Baru dua tahun kemudian, ia kembali ke dunia motocross setelah menemukan feel-nya dan meyakini motocross sebagai bagian dari jati dirinya. Bagi Diva, motocross bukan sekadar hobi. Lebih dari itu, motocross telah menjelma menjadi oasis yang menjadi sumber penghasilan sekaligus pengalaman yang dalam dan luas mengenai dunia motor, kedisiplinan, dedikasi, belajar dari kesalahan, dan kemauan untuk terus berbenah dan berkembang.

Diva Ismayana bersama rekan-rekannya di Bali MX pada 2010 (Foto: doc. pribadi)

Pembalap asal Pulau Dewata ini dikenal sebagai pembalap santun dengan performa tidak biasa jika sudah berada di lintasan. Kecepatan dan keterampilannya yang luar biasa memukau penonton dan pesaingnya. Dalam waktu singkat, ia mulai mendominasi ajang balap motocross. Tak hanya di Indonesia, melainkan juga di luar negeri.

Pada 2019, Diva mencapai puncak kariernya ketika ia menjadi pembalap pertama Indonesia yang meraih gelar juara Supercross Asia di Filipina. Kompetisi tersebut merupakan salah satu ajang bergengsi dalam dunia motocross di Asia. Diva menunjukkan keahlian luar biasa dan mental yang kuat saat menghadapi persaingan sengit dengan pembalap-pembalap terbaik dari berbagai negara di kawasan tersebut.

Diva mengaku, ajang ini menjadi kompetisi paling sulit yang pernah ia ikuti. “Saat itu saya menjadi pembalap paling muda. Saya masih 18 tahun, sedangkan pembalap dari negara lain berusia 20 tahun ke atas. Mereka semua pembalap profesional yang kemampuannya telah diakui. Saya harus membuktikan saya juga bisa dengan nama Indonesia. Saking sengitnya, saya hanya selisih satu poin dengan juara 2,” ungkapnya.

Diva Ismayana menghadiri acara FIM Asia Gala Award di Macau pada 2019 (Foto: doc. pribadi)

Berkat keberhasilannya ini, Diva juga mendapatkan penghargaan sebagai The Best Rider of The Year di Macau. Hal ini tentu tidak hanya menjadi prestasi pribadinya, melainkan juga membawa kebanggaan bagi Indonesia. Ia membuktikan bahwa pembalap Indonesia dapat bersaing dan meraih prestasi di kancah internasional.

Karier internasionalnya tak berhenti di sana, ia juga sempat menjadi Juara 3 dalam FIM Asia Motocross 2017 yang berlangsung di Filipina, Juara 1 NEWCASTLE International Supermoto Championship 2017 di Australia, dan Juara 3 Kuwait International Motocross Championship 2019, dan Juara 1 MX2 Asia Supercross Championship 2019.

Selain menjadi juara Supercross Asia, Diva juga telah mengukir berbagai prestasi lainnya. Tak hanya di motocross, melainkan juga supermoto. Ia telah meraih sejumlah gelar juara di berbagai kejuaraan nasional dan regional. Keberhasilannya ini tidak hanya berkat bakat dan ketekunannya, tetapi juga dedikasi dan kerja kerasnya dalam berlatih dan terus mengasah kemampuannya.

Pada 2019 lalu Diva Ismayana mengikuti event Kuwait International Motocross Championship dan berhasil menyandang gelar Juara 3 (Foto: doc. pribadi)

Pada 2019, pembalap yang selalu mewakili tanah air dalam ajang MXGP Indonesia ini sempat mendapatkan Medali Emas (Beregu) Pra-PON XX 2021, Medali Perak (Perorangan) PON XX 2021, Runner Up Kejurnas MX2 2022, Runner Up Powertrack dan Supercross Indonesia 2018, dan lain-lain.

“Percaya diri, kesiapan mental, kesiapan fisik, fokus, dan kemampuan mengatur ritme balapan adalah cara saya untuk bisa berkompetisi dengan baik. Saya akan mengukur kemampuan dan menerapkan strategi sesuai dengan hasil QTT. Tentu saya harus siap perang karena sudah sepakat untuk datang ke sebuah kejuaraan. Menjadi yang terbaik adalah tujuan utama. Jika kalah, saya akan introspeksi diri dan belajar dari pengalaman,” tuturnya.

Diva Ismayana memenangkan Putaran 1 Kejurnas Motocross 2023 Kelas MX2 yang berlangsung di Sirkuit MPS Motorsport, Pandeglang, Banten

Pembalap lulusan Kriya Keramik ISI Denpasar ini adalah contoh nyata bahwa dengan tekad dan kerja keras, kita dapat mencapai impian dan meraih prestasi gemilang. Ia telah menginspirasi banyak orang, terutama para pembalap muda di Indonesia, untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan berjuang untuk meraih kesuksesan.

Diva termasuk pembalap yang disiplin dalam hal berlatih motor dan fisik. Ia selalu konsisten berlatih setiap harinya untuk menjaga sentuhan dan performanya di arena balap. Biasanya, ia melatih fisiknya dengan berenang, berlari, bersepeda, dan melakukan gym motocross.

Diva Ismayana saat bermain di Kelas MX Open Putaran 2 Cleosa Series 2023 di Sirkuit Irwan Ardiansyah, Yogyakarta

Ada cara unik yang dilakukan pembalap Kawasaki ini untuk mengatasi tekanan kompetisi. Sebelum balapan berlangsung, biasanya ia akan mendengarkan lagu dan mengurangi interaksi dengan orang lain. Selain itu, ia juga kerap berbicara dengan barang-barang yang akan digunakan saat balapan. Barang-barang tersebut ia ajak untuk bekerja sama memenangkan balapan. Ia percaya, memperlakukan mereka dengan baik dapat memberikannya energi positif dan kepercayaan diri.

Di mana pun dirinya berada, Diva selalu memegang prinsip ‘be yourself’ dalam konteks bisa menempatkan diri sebagaimana mestinya. Sebagai pembalap, adik, anak, teman, ia akan bertindak sesuai dengan tempatnya. Tak heran jika pembalap satu ini mempunyai kepribadian yang baik di mata banyak orang.

Tjok Vicky Wibisana Sudharsana, pemilik Bali MX, selalu mendampingi Diva Ismayana selama berkecimpung di dunia balap (Foto: doc. pribadi)

Sosok penting dalam karier Diva di dunia balap tak bisa dilepaskan dari Tjok Vicky Wibisana Sudharsana. Pemilik Bali MX ini merupakan sosok yang telah membina dan membesarkan karier balap pembalap yang juga senang menggambar ini sejak usianya masih 5 tahun, hingga kini ia berusia 22 tahun. Perhatian dan pembinaan dari salah satu tokoh motocross Pulau Dewata ini kepadanya tak pernah padam.

“Salah satu pesan Papah Vicky yang selalu saya ingat adalah, sebagai rider, saya jangan malas untuk berusaha dan mencoba hal baru. Yang terpenting, jangan merasa pintar, karena rider top selalu mau meng-improve kemampuannya. Kalau tidak, nanti bisa kalah saing dengan adik-adik saya di arena balap,” jelas Diva.

Diva Ismayana menjadi salah satu pembalap pabrikan Kawasaki (Foto: @dvais.26 via Instagram)

Di luar arena balap, pembalap binaan Bali MX ini juga merupakan sosok yang inspiratif dan berdedikasi untuk mengembangkan olahraga motocross di Indonesia. Ia sering memberikan motivasi dan melatih para juniornya di Bali MX. Ia juga aktif mengembangkan bisnis merchandise-nya sejak 2015.

Saat ini, Diva menargetkan untuk bisa kembali meraih gelar juara nasional dan internasional. Ia juga memiliki keinginan untuk membuka sekolah balap motocross sebagai bentuk dedikasinya untuk perkembangan motocross di Indonesia.