Profile

Arma Yoga Pribadi Menggerakan Konsistensi Tiga Pilar Warisan Racing

By: VMX Media | 15/10/2022
Arma Yoga Pribadi Menggerakan Konsistensi Tiga Pilar Warisan Racing

NEWS.VMX.ID – Dinasti racing yang turun temurun, semisal orang tua menurunkan darah balap ke buah hatinya, banyak terjadi di Indonesia dan Internasional. Tapi,untuk menurunkan dinasti balap dan kemudian melanjutkan kiprah orang tuanya sebagai promotor balap, ada di diri Arma Yoga Pribadi.

Adalah Arma Yoga Pratama,Pensiunan balap yang bersemangat dengan gairah libido mengolah event  meneruskan tahta bapaknya sebagai promotor balap. Ayahnya, Almarhum Bapak Kelik Yuhri Nurfian, adalah sosok promotor event balap di era tahun 2000an. Dengan bendera promotor Magic Motor Club (MMC) yang telah terdaftar di IMI Pusat, banyak agenda balap Nasional terutama yang di gelar di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta menjadi jadwal balap tiap pekan.

The chief Commando MMC Guard Indonesia mendukung penuh kebangkitan MMC racing organizer

Catatan penting dan pertama kali dan belum ada di Indonesia, Promotor balap mempunyai satuan Guard milik sendiri yang mengawal setiap agenda kejuaraan balap. Almarhum bapak Kelik Yuhri Nurfian menjadi promotor balap berbendera Magic Motor Club ( MMC ), adalah promotor yang menjadi pionir pertama membentuk satuan pengaman kejuaraan balap. Tokoh balap Banyumas ini, membentuk MMC Guard  di tahun 20 Mei 2001 bersama Agung Buwono Chief Commando MMC Guard Indonesia. Dan MMC Guard Indonesia, saat ini telah menjadi Racing Guard terbaik Nasional dan Internasional.Dan pernyataan sebagai Racing Guard terbaik di ucapkan berkali- kali oleh pejabat utaa Infront Moto racing,Promoter MXGP.  

Semangatnya dalam mengibarkan kembali bendera Magic Motor Club ( MMC ) warisan Ayahnya. Dan apalagi kini,bagian dari promotor juga diperkuat oleh MMC Guard Indonesia yang telah mendunia dalam hal mengawal racing event. Event perdana yang digarap Bersama bendera MMC adalah Sugeng Suparwoto Grasstrack Motocross Championship Putaran Pertama 1-2 Oktober 2022.

Soal prestasi balap, Arma Yoga Pribadi mencatat prestasi balapnya di Motocross yang di rintis dari tahun 1996. Tercatat prestasinya, salah satu crosser wakil Indonesia diajang balap Internasional di Asia dan Australia. Karir balapnya di off road roda dua Nasional dan Internasional,hingga tahun 2004 meraih penghargaan atlit balap terbaik Jawa Tengah.

event Motocross Grasstrack terkini kemasan MMC Racing Organizer, setelah vakum puluhan tahun

Sejak menerima award, memutuskan vakum di balap Motocross di tahun 2004, kesehariannya sibuk mengolah bengkel dan sekolah balap. Tepatnya tahun 2013, darah balapnya kembali terpancing, tapi kali ini beralih ke Road Race. Eksistensinya setelah rehat balapan selama 10 tahun dari Motocross, Arma Yoga Pribadi menorehkan prestasi mendapat medali Perunggu di PorProv 2013.

sebelum berlatih memberikan briefng teknis dan setelah latihan di evaluasi

Lalu,di tahun 2015 memporsikan dirinya untuk focus membuka AYDRT racing school Motocross dan Road Race . Kiprah baru untuk tetap eksi di dunia racing Indonesia, mendapat dukungan penuh dari Windi Nur Setiani.SH, termasuk membesarkan bengkel Azka di Pamijen Batu Raden Purwokerto. Bahkan buah hatinya yang masih kelas 2 SDN 1 Pamijen,Baturaden, Purwokerto, Banyumas mulai menikmati dan mengikuti talenta Ayahnya di Balapan. Lepas kegiatan belajar mengajar, Keanu Azka Al Ghifari berlatih motocross 50cc, mengikuti pola latihan Bersama siswa didik ayahnya di AYDRT Racing School. Siswa didiknya seperti Kevin Maulana#120 bibit muda potensial usia 12 tahun binaan AYDRT MX School dan Dhafin Dhyaksa#225, keduanya didikan Arma Yoga yang sukses dengan berbagai gelar juara, talentanya menjadi underdog berbahaya dalam setiap balapan.

Tantangan Arma Yoga membentuk hingga maksimal beragam karakter dan fisik siswa didik racing school miliknya

Selama proses menjadi instruktur balap, Arma Yoga Pribadi mengolah dan memantau ikhtiar dan semangat dari siswa didiknya. Salah satu siswa didiknya yang mulai menunjukan prestasi adalah Dhafin Dhyaksa yang sering meraih podium juara di kejuaraan Roadrace. Team balap Privateernya AYDRT bersemangat selalu eksis dan berprinsip merauh prestasi dengan melalu proses.

Tentu saja didukung dengan komitmen dalam berlatih teknik tiga kali dalam seminggu dan sisanya berlatih fisik. Porsi latihan fiskinya seperti Fitnes, Atletik dan skiping.Latihan jogging yang bertujuan sebagai penopang daya tahan makin di maksimalkan dengan latihan fisik sekaligus kelenturan balap.

Kevin Maulana#120 bibit muda potensial usia 12 tahun binaan AYDRT MX School

Dedikasi Arma Yoga dikancah Racing Nasional, ada tiga koneksi, yaitu : Promotor Balap, Racing School dan Racing Team, dan ditambah menempa Azka menjadi pebalap berkualitas. Melalui bendera Arma Yoga Dindy Racing Team (AYDRT), eksistensi terus berlanjut dalam membina dan memberikan jenjang siswa didiknya mengikuti kejuaraan balap. Kesehariannya dalam melatih siswa didiknya di sirkuit Gelora Gunung Slamet, Purwokerto Jawa Tengah. Untuk penyelanggara event, Arma Yoga meneruskan kibaran bendera MMC warisan sang ayah, berkolaborasi dengan Agung Buwono Chief Commando MMC Guard Indonesia.

Kini, kesibukannya didalam lingkaran racing, semakin padat jadwalnya. Eks rider kelahiran 24 November 1985 ini, mulai memecah fisik dan pola pilkirnya untuk ketiga kegiatan yang di fokuskan. Konsentrasinya dalam membina dan menyalurkan transfer ilmu mengolah motor balap, dan kini sebagai racing organizer.

Dhafin Dhyaksa#225 salah satu siswa road race racing school didikan Arma Yoga yang sukses dengan berbagai gelar juara, talentanya menjadi underdog berbahaya dalam setiap ajang road race

Dalam mendorong konsistensi putra kedua dari Almarhum Kelik Yuhri Nurfian yang melegendaris di dunia racing Banyumas dan Jawa Tengah,sosok Windy Nur Setiani.SH mempunyai peran penting. Ibu satu anak ini, rela melepaskan pekerjaannya hanya untuk mendukung penuh kegiatan baru Arma Yoga dan memberikan motivator mental balap untuk Azka. Tak heran, dikediamannya keluarga kecilnya di Perumahan Shamara Sumbang 2 Purwokerto, Jawa Tengah, selalu terjadi diskusi diseputar tiga koneksi kegiatan tersebut.

Arma Yoga bergerak dengan semangat Survive nya berjalan melalui racing school, racing team dan promotor balap. Gerak maju tersebut, menjadi salah satu prinsipnya.