Kenali waktunya Ganti Ban Motor Motocross – Trail, Simak Penyebabnya

By: VMX Media | 12/05/2022 | 1190
Kenali waktunya Ganti Ban Motor Motocross – Trail, Simak Penyebabnya

VMX.ID – Pengguna motor trail harian dan penghobi adventure an, wajib  untuk mengenali tanda – tanda ban motor trail kelayakan melintasi jalur off road maupun dual purpose. Umumnya pasti banyak yang berpatokan ban botak sebagi indicator tidak layak pakai. Harus dipahami, selain ban botak ada juga tanda-tanda secara teknis dalam mendukung keselamatan berkendara. Wajib pantau penjelasan tentang gejala – gejalanyanya :

  • Gejala pertama adalah motor trail terasa goyang atau ngebuang saat berbelok dijalur flat atau rata. Imbasnya motor akan sulit dikendalikan saat berbelok, langkah awal periksa sisi permukaan ban. Pastikan jugatidak ada tambalan dan tekanan anginnya ideal sesuai standar ukuran tekanan angin di masing masing size ban.
  • Alur kembang ban yang sudah menipis bisa menimbulkan bahaya, karena alur kembang pada ban motor memiliki fungsi memecah genangan air dan tanah lumpur untuk kelancaran Gerakan akselerasi motor.
  • Adanya benjolan pada permukaan ban karena terlalu lama digunakan dan efek terkena benturan keras. Benjolan pada ban sangat riskan dan rentan menimbulkan bahaya. Karena kondisi karetnya sudah tidak layak dan berpengaruh pada handling motor saat melaju kencang dan menikung.
  • Ban yang berfungsi baik salah satu indikatornya adalah sejalan dengan kinerja shockbreaker pada motor. Terutama saat melintas di jalanan yang tidak merata.
  • Ban yang terlalu membal saat melintasi jalan menanjak dan benturan, bukan berarti memiliki kualitas baik. Artinya tekstur ban sudah tidak terlalu keras dan tidak lagi elastis.
  • Pada ban motor telah tercantum,Tread Wear Indicators (TWI) sebagai indikator pengukuran ketebalan ban yang terletak pada sisi permukaan ban. Indikator berupa tonjolan berbentuk segitiga ini berfungsi untuk membantu memeriksa ketebalan permukaan ban. Juga, sebagai penanda kapan ban mesti diganti.  Saat ban sudah berada dalam posisi yang makin dekat dengan ujung atau bahkan sejajar dengan TWI, yaitu kurang dari batas 1,6 mm, artinya karet ban sudah mulai menipis, sehingga harus diganti.

Jika motor trail  yang memiliki jam terbang tinggi, pastinya telah melintasi berbagai karakter dan kontur jalur lintasan ektrims dan berbagai cuaca. Pastinya, aktifitas tersebut membuat permukaan ban motormenjadi retak. Selain itu, usia pemakaian telah melewati ambang batas standar pemakaian. Factor lain kurangnya tekanan angin pada ban juga bisa memicu ban motor retak.

Jumlah tambalan pada ban yang begitu banyak adalah tanda ban harus pensiun. Kalu dibiarkan beresiko dan sangat rentan tekanan anginselalu berkurang hingga ban kempes. Tambalan ban umumnya akan mudah aus seiring perputaran ban, terlebih sering melintasi jalur ekstrim.

Usia ban Trail – Motocross bisa bertahan memang tidak berpatokan pada berapa lama digunakan. Secara teknis, biasanya antara 100 mil atau 4.000 mil, tetapi rata-rata mil dan idealnya diangka 1.500 -2.500 mil.

Penyebab  umur ban lebih pendek dan penyebab lebih cepat aus menipis adalah meliputi:

  • Menggunakan ban yang salah dengan medan yang salah.
  • Menyimpan ban sembarangan
  • Berkendara dengan terlalu banyak atau terlalu sedikit ukuran tekanan udara

Selain batas keausan rata-rata 1.500-2.500 mil, terdapat lima tanda peringatan kapan harus mengganti ban motor trail :

  • Retak – Sobek
  • Kenopnya bulat, hilang, aus, dan/atau sobek
  • Ban berumur lebih dari satu tahun
  • Ban asli yang digunakan tidak cocok untuk jalur lintasan.

Jika salah satu dari contoh ini terjadi, segera harus mengganti ban. Umumnya ban belakang akan lebih cepat habis disbanding ban depan. Alasannya karena faktor berada di roda penggerak. Saranna, ketika melakukan pergantian ban sebaiknya satu pasang bagian depan dan belakang.

Anjuran menyimpan ban Motocross, hindari memilih tempat penyimpannya di luar, di garasi atau gudang yang berangin. Jika melakukannya, suhu yang sangat bervariasi antara panas dan dingin akan mengurangi tekanan ban dan daya tahannya secara umum.

Disarankan, menyimpan ban di tempat yang dapat menjaga suhu di atas 32 derajat Fahrenheit dan di bawah 100 derajat Fahrenheit, seperti di:

-Garasi yang terpelihara dengan baik dan tertutup rapat

– Ruangan penyimpanan di dalam rumah

– Ruang atau Gudang bawah tanah  khusus untuk penyimpanan

Motor trail yang diletakkan di atas stand ride sebaiknya di simpan di ruangan yang dikontrol suhunya untuk menjaga integritas ban selama penyimpanan. Motor Motocross – trail yang disimpan di area yang dikontrol iklimnya sangat mendukung kualitas komponen pada motor.

Tidak disarankan untuk meletakkannya ban  ataupun motor langsung mengenai  lantai langsung. Imbasnya, akan terus memberi tekanan pada suspensi motor dan mengembangkan titik kempes pada ban.

Periksa untuk memastikan kondisi manik-manik ban telah menyembul di kedua sisi. Periksa tekanan ban dan turunkan ke tekanan udara yang Anda inginkan (biasanya dari 11,5 hingga 13,5 psi). Jangan abaikan dan periksa selalu kondisi ban, sebelum riding adventure ataupun berlomba di kompetisi dirtbike.