Tips & Trick

Dalam Balapan Perlukah Melakukan Gerakan Take Out? Bagaimana Teknik Aman Tanpa Melanggar Aturan Teknis

By: VMX Media | 05/07/2022 | 485
Dalam Balapan Perlukah Melakukan Gerakan Take Out? Bagaimana Teknik Aman Tanpa Melanggar Aturan Teknis

NEWS.VMX.ID – Dalam lintasan balap Gerakan take out masih menjadi pro kontra. Mengapa melakukannya? Untuk beberapa pebalap, gerakan take-out adalah bagian dari modus operandi dengan dorongan agresif  dengan Gerakan kotor.

Gerakan take-out bukan untuk orang yang lemah hati, tetapi membuat komitmen yang terkadang beresiko tinggi dan tidak bisa di prediksi. Pebalap yang cerdas mengintai lawannya dengan mempelajari line tracknya, untuk mendapatkan kesempatan terbaik untuk menyerang. Namun, ketika menjumpai pebalap terbaik, teknik ini bisa menjadi bumerang, seperti Gerakan melompat ke dalam dengan sudut 90 derajat yang sempit, mempelajari gerakan pesaingannya dan mendapatkan celah untuk menyerang. Ketika berhadapan dengan pebalap terbaik, keadaan bisa berubah ketika pebalap tersebut tetapi mengubah jalur balapnya dari luar ke dalam pada detik terakhir. Otomatis mengakibatkan tabrakan yang menempatkan keduanya tergeletak ditanah.

Seni dalam melakukan gerakan take-out dengan presisi dan efektif sama seperti dalam seni bela diri. Itu harus dieksekusi dengan materi yang tenang dan cair. Hindari melakukan Gerakan take over dengan emosional tinggi yang mengakibatkan terblokir oleh pesaingnya.

Dalam ajang Pro Motocross dan Supercross, sering ada pertunjukan manuver block pass yaitu garis luar sudut biasanya membelok dalam kecepatan tinggi dan cepat, yang mengambil bagian dalam untuk memperlambat pesaingnya, tetapi lebih pendek melewati pebalap lain.

Teknik block passing adalah dengan prosedur yang aman,idealnya harus berada di titik bagian dalam lawannya , tujuan selain cukup dekat dan pebalap lain dan menyadari kehadirannya. Pentingnya pengendara lain untuk mengetahui, agar dapat menyesuaikannya dan untuk menghindari crash juga berefek kontra dengan tuduhan take over yang disengaja.

Beberapa pebalap Pro sering melakukan Gerakan brake check sebagai bagian proses untuk memperhalus gerakan take over. Juga, memperlambatnya dengan menginjak rem di ujung tikungan, dan membuat kehilangan keseimbangan. Manuver ini paling baik digunakan untuk membuat pebalap lain keluar dari ritmenya dan mengendurkan kecepatannya.

Gerakan take out lainnya juga saat mengambil line pebalap lain saat terbang di udara adalah bagian gerakan take-out. Mayoritas pebalap tidak akan melakukan cross-jump ke lawannya karena bertentangan bertentangan dengan self preservation . Setidaknya memahami antara lompatan menyilang dengan melompat dari bagian sisi untuk melewati pesaingnya.

Moment yang rawan terjadi take over dengan cara kasar dan kotor adalah ketika menjelang tikungan pertama sejak gate start dilewati. Jalur terbaik untuk melewati belokan pertama tanpa cedera adalah mengambil rute terpendek dan terlurus ke tikungan pertama. Keadaan berbahaya saat melakukan jumping naik lurus ke dalam, ketika terlambat sampai ke titk jumpingan terlebih dahulu, beresiko terjepit oleh pebalap lain yang masuk dari bagian luar. Salah satu pilihan terbaik adalah dengan mengambil titik yang ada celah, dan tentunya perlu keberanian dan perhitungan matang.

Gerakan take over yang dilarang adalah  menabrakan motor ke bagian tertentu dari pebalap lainnya atau istilanya di sebut T-bones dan pastinya mendapat bendera hitam yang menjadikan pebalap tersebut mendapat hukuman sebulan sampai dua tahun. Karena sangat membahayakan sebagai pelanggaran mengandung unsur dendam atas beberapa insiden sebelumnya.

.