VMXMedia.ID –Dalam dunia balap, ada pepatah yang mengatakan bahwa kecepatan adalah warisan. Hal ini terbukti di dunia grasstrack dan motocross Indonesia, di mana beberapa pembalap legendaris tak hanya meninggalkan jejak di lintasan, tetapi juga mewariskan semangat dan keterampilan mereka kepada generasi berikutnya. Dari seorang ayah yang dulu menguasai medan balap hingga anak yang kini meneruskan tradisi kejayaan, inilah deretan pembalap bapak-anak yang mewarnai dunia grasstrack-motocross Indonesia.
1. Hilman Laksana dan M. Athar Alghifari

Hilman Laksana merupakan sosok yang sudah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia balap garuk tanah. Ia dikenal sebagai pembalap serba bisa yang bertanding di berbagai kejuaraan motocross, grasstrack, dan enduro. Meski usianya tak lagi muda, Hilman tetap aktif di dunia garuk tanah dan sekarang fokus mengawal anaknya, M. Athar Alghifari, yang juga merupakan pembalap motocross dan grasstrack. Berkat kemampuannya yang mumpuni di usianya yang terbilang muda, M. Athar bahkan mendapat julukan “Bocah Ajaib”. Pembalap yang pernah meraih gelar Juara Nasional Motocross MX 65cc 2022 ini kini lebih aktif di ajang balap grasstrack daripada motocross.
2. Alm. Irwan Ardiansyah dan Sheva Ardiansyah

Nama Alm. Irwan Ardiansyah tak asing di dunia motocross Indonesia. Ia adalah legenda yang meraih juara nasional motocross selama tujuh tahun berturut-turut dari 1996 hingga 2002. Tak hanya berjaya di kancah nasional, prestasinya juga menembus tingkat internasional. Kini, semangat dan bakatnya diteruskan oleh sang anak, Sheva Ardiansyah, yang mengikuti jejak ayahnya di lintasan balap. Seperti mendiang sang ayah, Sheva juga bersaing di kompetisi nasional dan internasional, membuktikan bahwa darah balap memang mengalir dalam dirinya. Tak ketinggalan, sang adik, Ryan Ardiansyah juga aktif ikut berkompetisi dalam berbagai ajang motocross.
3. Akbar Toufan Caesar dan Rubin Caesar

Akbar Toufan Caesar adalah salah satu ikon grasstrack Indonesia. Selama 20 tahun berkarier sebagai pembalap, aksinya selalu dinantikan oleh penggemar balap garuk tanah. Setelah pensiun pada tahun 2021, ia kini fokus menjalani aktivita lain. Warisan balapnya pun diteruskan oleh sang anak, Rubin Caesar, yang kini menjadi salah satu pembalap muda yang bersinar, bahkan sejak 2024 dipercaya untuk mengelola Team86. Dalam kariernya, Rubin meraih gelar Juara Nasional 2022 di kelas Bebek Standar Pemula, dan pada tahun 2023 ia sukses meraih dua gelar juara nasional di kelas Trail Standar 155cc Pemula serta Bebek Standar 2L 110cc & 4L 125cc Pemula.
4. Febby Aribowo dan Djanoko Mahija Aribowo

Febby Aribowo, mantan pembalap nasional motocross asal Yogyakarta, juga menurunkan darah balapnya kepada sang anak, Djanoko Mahija Aribowo. Sejak kecil, Djanoko telah aktif di lintasan dan mencetak berbagai prestasi. Ia berhasil meraih gelar Juara Nasional Motocross MX 50cc tahun 2019, Juara Nasional MX 65cc tahun 2023, dan Juara Nasional MX 85cc tahun 2024. Dengan rentetan prestasi yang mengesankan, Djanoko menunjukkan potensi besar untuk menjadi bintang motocross masa depan. Pada 2023, ia juga mengecap arena balap YZ65 Cup Australia dengan finis di posisi keempat.
5. Aep Dadang dan Egen Xavier

Aep Dadang adalah pembalap motocross asal Jawa Barat yang pernah meraih lima kali gelar Juara Nasional Motocross. Tak hanya berkompetisi di level nasional, Aep juga berkiprah di ajang balap Asia. Kini, putranya, Egen Xavier, mulai meniti karier di dunia balap motocross, mengikuti jejak sang ayah.
Melihat para ayah dan anak ini berkecimpung di dunia grasstrack dan motocross membuktikan bahwa kecepatan, keberanian, dan semangat juang adalah warisan yang tak lekang oleh waktu. Apakah salah satu dari mereka adalah pembalap favoritmu, Braaapers? (dpu)