Review

Memahami Handlebar Sesuai Ergonomi, kualitas dan Usia Pemakaian

By: VMX Media | 15/06/2022
Memahami Handlebar Sesuai Ergonomi, kualitas dan Usia Pemakaian

NEWS.VMX.ID – Setang motocross aluminium dengan batangan padat Inter-Am awal terciptanya tahun 1970-an. Tahun 1975 , Renthal mengawali setang aluminium motocross 7/8 berpalang model jepit dan berongga. Model tersebut di tahun 2004 tercatat sebagai setang aluminium pertama yang mempunyai spesifikasi dan dipasang pada motor motocross merek Jepang.

Setang dengan klem rangkap tiga SFS (Smooth Feeling Suspension) yang disuspensi udara dan prototipe bar Neken SFH (Smooth Feeling Handlebar) pada tahun 2013. setang standar berukuran besar 1-1/8-inci (25.4mm) yang mengerucut secara bertahap hingga 22mm (7/8-inci). Dan kemudian, dalam 6 inci terakhir menjadi 18mm (5/8-inci), akibatnya, batang SFH 5mm lebih kecil di bagian kopling dan throttle dibandingkan dengan stang biasa. Bahkan beberapa merek terkenal membuat batangan hand grup dengan ukuran penuh dan yang lebih tebal 4mm. Itu dua kali lipat ketebalan dari batang pegangan normal.

Setang di rancang dengan tingkat kekuatan dan fleksibilitas, agar lebih menyempurnakan unsur filling dan handling. Batangan berkualitas, tetapi karena dirancang untuk produksi massal, tidak mungkin mereka cocok untuk setiap pengendara. harapkan; pada kenyataannya, ini terasa fleksibel dan mengurangi getaran.

Batang utama dibuat dari aluminium 2014-T6, sedangkan palang dibuat dari aluminium 6061 yang lebih lembut untuk menyerap benturan dan mengurangi kelelahan,  bahan ini untuk meningkatkan kekuatan stang dan meningkatkan kenyamanan. Seri 7075 adalah grade aluminium terkuat yang tersedia secara komersial, tetapi grade 7010 dan 7050 memiliki ketangguhan yang lebih baik.

Setang dengan bar berukuran 1-1/8 inci yang dapat digunakan dengan sebagian besar dudukan bar standar, kecuali Kawasaki saat ini dan Honda produksi dibawah tahun 2020, yang masih berukuran 7/8.   Husqvarna FC350 2020 rahasia lagi bahwa dengan rumah throttle, tombol start, master silinder rem depan, grip, sakelar mematikan, sakelar peta, dan silinder master kopling, ada ruang yang sangat terbatas di stang, terutama jika Anda beralih dari stang non-crossbar ke yang memiliki mistar gawang.

Setang yang berkualitas pada material dan kontruksinya pasti memperhatikan efek mengurangi  getaran. Pengendara dengan tangan yang lembut, kepekaan terhadap getaran batang dan pompa lengan akan menemukan batang ini sangat membantu.

Setang kemudi pastinya terhubung ke faktor ergonomic untuk meneruskan filling dalam mengendalikan handling maksimal berkendara, Ketika mengganti setang dengan alasan kenyamanan, ada faktor penting yang secara teknis wajib dipahami. Pabrikan motor sudah memperhitungan tinggi setang dengan panjang kabel gas, kabel kopling dan selang rem. Jika belum memahami dan salah perhitungan akan menyebabkan kerusakan kabel gas dan kabel kopling dan selang rem, efek dari meninggikan ukuran setang kemudi.

Juga akan menggangu unsur safety yang disebakan Panjang kabel dan selang rem tidak sesuai dengan ketinggian setang yang telah di rubah ukurannya. Efeknya akan terasa ketika berbelok akan terasa mentok dan menjadi penyebab kecelakaan. Imbas lainnya, usia kabel dan selang akan lebih pendek karena dipaksakan. Pemasangan ukuran setang lebih tinggi dan lebih lebar dan pemasangan raiser sembarangan tanpa memahami dan menyesuaikan panjang kabel gass, kabel kopling kopling dan selang rem sangat beresiko fatal.

Meski mengganti kabel gas, kabel kopling dan selang rem dengan ukuran lebih panjang, wajib memperhatikan kualitas part pengganti. Intinya faktor keamanan dan kenyamanan adalah yang utama. Ketika merubah kedudukan menyangkut alasan ergonomic, harus dibarengi dengan perhitungan yang tepat agar tidak celaka dan merusak komponen motor.

Ergonomi berasal dari bahasa Yunani dengan dua penggalan kata yaitu : Ergon berarti kerja dan nomos yang artinya peraturan atau hukum. Sehingga secara harfiah ergonomi diartikan sebagai menetapkan ukuran konfigurasi setang, jok dan footstep.

Untuk mencapai ergonomic berkendara, penentuan dimensi jarak setang, jok dan footstep motor terkait dimensi antropometri yang dibutuhkan seperti : Panjang kaki bagian dalam, Tinggi bahu ( posisi duduk ) dan ukuran panjang tangan.

Pertimbangan ergonomi dimulai saat memulai menaiki motor, hingga ke 3 titik yang dikenal sebagai segitiga ergonomic yaitu : handlebar (setang), seat (jok), dan tumpuan kaki (footstep). Ketiga faktor tersebut otomatsi secara estafet memberikan kontribusi untuk fleksibilitas dalam mengendarai sepeda motor. Jika pengendara sinergi dnegan ketiga faktor tersebut, tingkat kenyamanan berkendara akan terjaga dan nyaman berkendara jarak jauh.

Kenyamanan berkendara adalah bagian yang bersinergi dan berbanding lurus dengan ergonomi. Pengendara dapat maksimal dalam berbagai manuver dalam ragam tingkat percepatan.  Jika faktor kenyamanan ini diabaikan, akan beresiko keram,arm pump, rasa sakit dibagian leher dan pinggang. Secara keseluruhan jika faktor kenyamanan dan keamanan diabaikan dapat membahayakan pengendara.

Asosiasi Ergonomi Internasional telah menyepakati definisi ergonomi ialah acuan desain untuk mengoptimalkan kualitas hubungan antara manusia dengan alat industri, termasuk di dalamnya kendaraan bermotor. Dalam konteks sepeda motor dan pengendaranya, ergonomi dirancang untuk mereduksi rasa lelah yang dirasakan pengendara. Makanya jika memenuhi hal tersebut pengendara lebih maksimal memanfaatkan sepeda motor dengan jarak tempuh lebih Panjang, contohnya riding touring.

Pada artian yang lebih spesifik dan teknis, ergonomi mencakup hubungan rancang bangun sepeda motor dengan posisi badan pengendaranya. Ergonomi disusun dari berbagai faktor, seperti tinggi motor dari tanah, jarak antara jok dengan setang, tinggi setang, letak pijakan kaki, dan lainnya.

Ahli ortopedi memberikan acuan ringkas ihwal posisi berkendara yang ideal. Hasilnya, kenyamanan bisa didapatkan saat posisi pinggul dan lutut membentuk sudut 90 derajat (badan lurus tidak menunduk atau menengadah). Juga dengan sudut siku dan lengan sebaiknya membentuk sudut 90 derajat agar titik berat seimbang. Sayangnya, posisi idaman menurut Resurgens Orthopedics tidak bisa didapatkan di semua jenis sepeda motor. Contohnya berkendara motorsport dengan posisi setangnya rendah menuntut pengendara untuk menunduk, sehingga tulang belakang melengkung ke depan.