Profile

Inilah Lotte Van Drunen, Gadis Tercepat di WMX yang Ingin Bertarung Melawan Pembalap Laki-laki

By: VMX Media | 15/05/2023
Inilah Lotte Van Drunen, Gadis Tercepat di WMX yang Ingin Bertarung Melawan Pembalap Laki-laki

Written by Munandar Nuch Arsih

VMXMedia.IDPUTARAN kompetisi Women Motocross (WMX) tak kalah menarik dari MXGP. Ada satu pembalap wanita yang bersinar prestasinya, yaitu Lotte van Drunen. Gadis berusia 15 tahun asal Belanda ini, bersama Kawasaki KX250 yang dikendarainya, selalu meraih podium juara dan berpeluang sebagai juara dunia WMX.

Kawasaki selalu mendukung performa Drunen, sebagaimana dukungan terhadap Catherine Prumm, Livia Lancelot, dan Courtney Duncan. Bersama Kawasaki, ketiga srikandi ini berhasil memenangkan enam medali emas sejak edisi pertama seri WMX pada 2005.

Saat ini, sejarah terpecahkan oleh Lotte Van Drunen dengan rekor baru. Di usianya yang masih sangat muda, ia berhasil menjadi juara dunia WMX.

Cerita Drunen memulai motocross, berawal ketika selalu mengikuti ayahnya balapan. Ketika itu, kakak laki-lakinya diberikan motor trail. Drunen yang masih berusia empat tahun, diberikan trail mini Pee Wee. Ia pun langsung memprotes ke sang ayah agar diganti dengan motor MX 50cc.

Lotte Van Drunen, seperti kebanyakan pembalap Belanda, mahir balapan di trek berpasir. Saat di MXGP, Drunen juga membuktikan menjadi tercepat di jalur tanah.

“Saya banyak berlatih di trek yang sulit. Saya pikir banyak orang tidak mengharapkan saya untuk cepat di trek ini, tetapi dengan semua latihan dan semua kerja keras, hasilnya akan menyenangkan bertarung di barisan depan. Saya maksimalkan di semua jenis trek, meski tentu saja saya sangat suka balapan di pasir yang dalam,” kata Drunen.

Ia konsisten berlatih keras dan meningkatkan kepercayaan diri, melepas tekanan untuk mencapai target finish di lima besar dan bisa naik podium setiap akhir pekan.

Drunen intensif berlatih lima hari dalam seminggu. Rutinitas tersebut dilakukannya sejak balap di kelas 65cc. Sebelum berlatih, Drunen terlebih dahulu meninjau kondisi sirkuit untuk menentukan latihan utama yang akan dilakukannya.

“Saya masih bersekolah, jadi tidak mudah karena harus pergi ke balapan dan saya melewatkan pendidikan beberapa hari. Untungnya, saya bersekolah di sekolah yang banyak atlet profesional, jadi saya punya fasilitas untuk berlatih,” ujarnya. 

Tahun lalu, Drunen mengikuti kejuaraan Eropa untuk kelas 125cc bercampur dengan pembalap laki-laki. “Saya berharap bisa balapan di kelas MX2 di masa mendatang. Salah satu tujuan saya adalah ingin bertarung dengan para pembalap pria, saya akan memulainya tahun berikutnya,” kata Drunen.