Profile

Inilah Bentuk Profesionalitas RMS di Kancah Nasional

By: Angga Kuntara | 21/11/2022
Inilah Bentuk Profesionalitas RMS di Kancah Nasional
RMS Racing Team selepas event Kejurnas MX Round 3 (image source: instagram.com/rmsracingteam_)

NEWS.VMX.ID – Dalam menekuni sebuah hobi, dua hal yang dibutuhkan adalah totalilitas dan profesionalitas. Kedua hal ini jika dilakukan dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan rezeki yang tak ternilai jumlahnya terhadap para pegiatnya. 

Hal inilah yang menginspirasi Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Selatan Periode 2021-2023 H. Rusdi Masse untuk mendirikan RMS Racing Team. Rusdi yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan ini mendirikan RMS Racing Team sebagai bentuk totalitas dan profesionalitasnya dalam menekuni hobi di bidang otomotif.

RMS Racing Team berdiri pada tahun 2013 lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. Pada awal berdirinya, RMS menekuni bidang road-race. Akan tetapi dalam dua tahun terakhir ini (terhitung sejak ajang Powertrack Championship 2021), RMS membentuk tim motocross.

“Kami membentuk RMS dengan tujuan untuk membawa nama Sulawesi Selatan dan mengakomodir pebalap-pebalap kami untuk bersaing di motocross kancah nasional,” ujar Chandra, racing manager dari RMS Racing Team saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Kamis [17/11] lalu. 

Hingga saat ini, RMS memiliki tujuh orang anggota. Ketujuh anggota tersebut antara lain Farhan Hendro #162 (DKI Jakarta), Ananda Rigi #216 (Jawa Timur), Marcelino Rigi #505 (Jawa Timur), Angga Sapurede #98 (Sulawesi Selatan), Rahmat Aprian (Sulawesi Selatan), Ullah Ojeng (Sulawesi Selatan), dan Dadan Andriansah (Jawa Barat).

H. Rusdi Masse (tengah) berfoto bersama keempat pebalap RMS Racing Team (dari kiri ke kanan): Marcelino Rigi, Dadan Andriansah, Ananda Rigi, Angga Sapurede setelah event Trisula Indonation MX GTX 2022 di sirkuit Grand Wisata MX, Bekasi (image source: instagram.com/rmsracingteam_)

Menurut Chandra, fokus sejak awal turun ke sirkuit adalah kunci utama keberhasilan pebalap RMS. Chandra juga mengaku bahwa RMS sendiri tidak menargetkan untuk juara, soal target juara kembali ke masing-masing pebalap.

“Kami sebagai tim berperan penuh dalam membuat pebalap agar bisa lebih fokus dari awal turun ke sirkuit. Sementara untuk target juara kami kembalikan lagi ke pebalapnya,” ujar Chandra. 

Untuk mendukung profesionalitas pebalap, RMS menyediakan motor pabrikan seperti KTM, Honda, Kawasaki, dan Yamaha. Adapun dalam hal ini, RMS membaginya kepada dua kategori: MX1 untuk kelas pro (450cc) dan MX2 untuk kelas open dan novice (250cc).

“Kami membagi pebalap ke dalam dua kategori: MX1 dan MX2. Kedua kategori ini dibedakan dengan tingkat kompetisi. Kalau pebalap pemula sudah beberapa kali juara nasional, baru dia bisa pindah dari MX2 ke MX1,” ujar Chandra.

Sejauh menekuni dunia motocross, RMS telah meraih berbagai prestasi. Prestasi tersebut di antaranya seperti Juara Nasional Powertrack 2021 (kelas MX1), Peringkat 3 Powertrack 2021 (kelas MX2), dan Wildcard MXGP Sirkuit Samota NTB 2022 (MX1 dan MX2).

Sekedar informasi, untuk prestasi Peringkat 3 Powertrack 2021 kelas MX2 diraih Nuzul Ramsidan, mantan anggota RMS Racing Team yang kini telah berpindah ke Astra Racing Team.

Momen saat Farhan Hendro (berdiri di tengah paling atas) berhasil mendapatkan satu unit hadiah sepeda motor setelah menjuarai event Kejurda IMI Motocross & Grasstrack di Toraja Utara (image source: instagram.com/rmsracingteam_)

Chandra mengaku bahwa dari segala prestasi tersebut, prestasi di ajang Powertrack 2021 adalah prestasi yang paling berkesan karena RMS bisa bersaing dengan tim-tim lain dengan jam terbang dan prestasi yang lebih banyak.

Totalitas dan profesionalitas a la RMS Racing Team juga diterapkan secara personal oleh Ananda Rigi, salah satu pebalapnya. Ananda sampai rela untuk berlatih motocross di Belanda bersama dengan Delvintor Alfarizi.

Chandra sempat mengeluhkan bahwa banyak event motocross di Indonesia yang tidak bisa atau batal dilaksanakan karena satu dan lain hal. Akibatnya, banyak target RMS yang sudah ditentukan namun tidak bisa semuanya terpenuhi.

“Kami berharap semoga SDM yang ada dalam RMS bisa lebih profesional sesuai dengan bidangnya masing-masing. Serta para event organizer bisa lebih profesional dan bertanggungjawab lagi dalam melaksanakan eventevent motocross,” ujar Chandra sembari menutup percakapan.