Hot News

Trick dan Referensi Menjadi Sang Juara di Balapan Motocross

By: VMX Media | 27/05/2022
Trick dan Referensi Menjadi Sang Juara di Balapan Motocross
https://news.vmx.id/vmxbackend/

NEWS.VMX.ID – Dalam mencapai prestasi puncak, bagi pebalap motocross selain berlatih intensif, mengatur pola makan dan banyaknya studi latih tanding diluar event kompetisi. Intinya konsistensi, menjaga mental, memahami fungsi behind skill berkendara dan situasional. Untuk mencapai puncak karir, menjuara event bergengsi adalah kepuasaan dan pembuktian diri. Berikut ini referensi rujukan untuk bekal menjadi yang terbaik dari sisi Mental pola makan, skill berkendara dan momentum.

Pola makan terprogram, Karbohidrat bertepung adalah penyebab kenaikan berat badan. Seperti rencana Atkins dalam memotong kadar gula dan karbohidrat sambil meningkatkan asupan lemak dan protein. penelitian Dr. Alfred W. Pennington dan Dr Robert Atkins menggunakan penelitian diet Pennington pada dirinya sendiri untuk menurunkan berat badan dan kemudian menulis sebuah buku tentang itu. Diet Atkins telah menjadi sukses besar, tetapi kontroversial.

Diet 3 jam jelang berlomba dan konsumsi makanan takaran kecil setiap tiga jam dalam lima kali perhari akan meningkatkan metabolisme. Takaran porsi yang disarankan adalah 400 kalori dan menghintikan kegiatan makan tiga jam sebelum  tidur. Diet dalam tiga jam akan menghemat kalori, menyimpan lemak dan membakar otot.

Hindari kesalahan dan merasa bersalah ketika terjatuh yang berujung rasa frustasi. Untuk menutupi rasa frustasi, sebelum balapan dimulai strategi yang menyesuaikan realistis di luar dan dalam lintasan.

Selalu pertahankan rasa percaya diri dengan akurasi membaca kekuatan pesaing, denganbegitu akan timbul rasa percaya diri semakin kuat.

Menanamkan memeori selektif yang bertujuan mengingat langkah strategi yang akan diterapkan. Untuk menjadi yang terbaik dalam olahraga berisiko tinggi seperti motorcross, pebalap harus memilih untuk menepis kenangan buruk dan hanya mengingat yang baik.

Berlatih fokus dan intensif, mendapat manfaat dari program pelatihan yang teratur. Olah tubuh untuk mengerahkan tenaga yang dibutuhkan saat berada dalam lingkaran pesaing.

Kurangi rasa kuatir kekuatan diri sendiri terhadap pesaingnya  Berfokuslah untuk memiliki balapan terbaik dan harus cukup rendah hati untuk belajar dari pesaing. Hindari memikirkan hal yang dilakkan pebalap lain tentang yang lebih cepat maupun lebih lambat, Jangan menyiksa diri dengan rasa iri.

Lupakan tekanan dari semua pebalap mulai dari Pemula hingga Juara Nasional—harus menghadapi tekanan. tekanan yang dipersonifikasikan. Tekanan dapat memotivasi beberapa orang, tetapi juga banyak ayng down mentalnya. Kunci untuk mengatasi masalah ini adalah melupakan tujuan impian dan fokus pada apa yang sebenarnya bisa di maksimalkan dalam balapan.

Manfaatkan jumlah momentum saat di lintasan, yaitu maksimalkan kecepatan secara keseluruhan dan minimalisir menggunakan rem. Menggunakan momentum setiap inci persegi di trek, seperti manuver dari luar ke dalam dan dari dalam ke luar. Maksimalkan traksi dan kapasitas daya sambal ayunkan antara power mesin dan bodi di sekitar trek.

Memahami karakter mesin akan mencapai puncaknya, terlebih saat memindahkan tenaga antar percepatan.Pastikan Kontrol throttle halus dan konsisten  untuk meraih line terpendek adalah rute tercepat. Dalam balapan motocross bukan tentang melaju dari titik A ke titik B, tetapi melesat dari A ke B ke C ke D dan kembali ke A lagi. Satu-satunya waktu untuk memaksimalkan kecepatan A-ke-B di atas kecepatan A-ke-C  adalah saat naik ke bagian dalam untuk melewati pesaing. Saat posisi mengejar, gunakan jalur tercepat di sekitar trek, bukan hanya jalur tercepat ke belokan berikutnya.

Perlunya konsistensi saat bersiap masuk dan keluar tikungan menyelesaikan semua pengereman lebih awal. Tujuannya agar tetap menjaga posisi motor di jalur yang di nginkan. Hindari menurunkan gigi saat menikung, agar rpm tetap terjaga di level tinggi.

Memilih posisi gate start sebaiknya memilih kondisi alur trek bukan posisi start. Kondisi tanah didepan dan dibelakang lebih penting dibanding posisi start yang mengarah ke tikungan pertama. Start terbaik adalah memiliki traksi yang baik dan lintasan lurus tanpa gundukan.Saat memasuki tikungan  pertama strategisnya mengambil jalur dalam. Jika startnya pendek dan belokannya sempit, maka memilih gerbang luar mungkin bukan keputusan terbaik,Biasanya, sebuah pola berkembang bersamaan antar momentum dan konsentrasi.