CORDOBA, VMXMedia.ID – Musim Kejuaraan Dunia Motocross FIM (MXGP) 2025 akan memasuki putaran pertamanya pada akhir pekan ini di Sirkuit Infinito, Cordoba, Argentina. Semua mata tertuju pada siapa yang akan keluar sebagai pemenang di putaran pembuka. Namun, lebih dari itu, yang paling penting adalah siapa yang mampu mempertahankan konsistensi sepanjang musim hingga putaran final di Australia pada September mendatang.
Gajser di Jalur Menuju Gelar Keenam
Dengan absennya juara bertahan, Jorge Prado, yang kini berlaga di Amerika sekaligus dalam proses pemulihan cedera, persaingan tetap menarik dengan nama-nama besar yang masih bertahan. Salah satu yang paling diunggulkan adalah Tim Gajser dari Team HRC, yang berpeluang besar meraih gelar dunia keenamnya. Jika berhasil, pembalap andalan Honda ini akan menyamai legenda Joel Robert sebagai peraih gelar MXGP terbanyak ketiga sepanjang sejarah.
Peluang Gajser semakin terbuka dengan kabar bahwa Jeffrey Herlings, juara dunia lima kali, kemungkinan besar akan melewatkan tiga hingga empat putaran akibat cedera ACL yang dideritanya sejak 2024. Dengan performa impresif di balapan pramusim, mencatat hasil 1-1-2-1, Gajser tampak siap untuk membuka musim dengan gemilang.
Ketika ditanya tentang peluangnya menyamai Joel Robert, Gajser tetap rendah hati. “Aku tidak terlalu peduli dengan statistik, tapi mengetahui fakta itu menyenangkan. Kami bekerja keras, dan setiap GP, aku akan berusaha menang. Yang terpenting adalah melihat gambaran besar dan tetap fokus untuk meraih gelar juara,” ungkap Gajser seperti dilansir racerxonline.com.
Febvre: Pengalaman vs Kecepatan
Salah satu pesaing terkuat lainnya adalah Romain Febvre, juara dunia MXGP 2015, yang menjalani pra-musim dengan konsisten. Pembalap pabrikan Kawasaki ini meraih posisi ketiga di Hawkstone Park International, posisi kedua di ajang internasional Prancis, dan kemenangan sempurna 1-1 di Lierop, Belanda.
Di usia 34 tahun pada 2025, Febvre mengakui bahwa pengalaman menjadi aset berharga, tetapi juga menyadari tantangan yang datang seiring bertambahnya usia.
“Dengan pengalaman, lebih mudah mengelola musim dan kebugaranmu,” ujar Febvre. “Kau tahu kapan harus memaksa dan kapan harus menahan diri. Namun, semakin tua, menjaga kecepatan itu menjadi lebih sulit. Aku harus bekerja keras untuk tetap kompetitif.”
Lucas Coenen: Pemula yang Wajib Diperhatikan
Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Lucas Coenen, rookie asal Belgia yang telah membuktikan kecepatannya dengan mengalahkan Gajser di moto 450. Meski tampil sedikit liar di dua balapan internasional di Italia, potensinya tak bisa diabaikan.
Coenen memiliki gaya balap agresif dan kecepatan yang sebanding dengan Herlings. Namun, tantangan terbesarnya adalah menjaga kestabilan performa sepanjang musim. Sayangnya, pekan lalu ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan cedera tangan, meskipun ia tetap berencana turun di Argentina.
Awal yang kurang ideal bagi kariernya di MXGP, tetapi jika ia bisa menjaga ritme dan mengurangi kesalahan, Coenen bisa menjadi kuda hitam di musim ini.
Siapa yang Akan Menguasai Musim 2025?
Dengan Prado tidak di grid dan Herlings berjuang melawan cedera, Gajser menjadi kandidat terkuat untuk gelar tahun ini. Namun, Febvre dengan pengalamannya dan Coenen dengan kecepatannya bisa menjadi ancaman serius.
Argentina akan menjadi panggung pertama untuk membuktikan siapa yang siap memimpin perburuan gelar MXGP 2025. Yang jelas, musim ini akan menjadi perjalanan panjang yang penuh drama dan kejutan. (dpu)